Senin, 09 Desember 2013

Lampau ( Sandi Firly, 2013)







Aku mengingatmu, gadis berkepang dua. Di jalan menyusuri masa kecil. Senyum manis, cinta pertamaku. Mengingatmu adalah perjalanan panjang kembali ke buku-buku bergaris masa sekolah dasar, pensil warna, dan mimpi-mimpi beralur manis.

Gadis berkepang dua dengan senyum semenarik krayon warna, kau juga mengingatkanku pada takdir. Takdir yang lekat akan gemerincing denting gelang hiyang perunggu dalam iringan tetabuhan gendang, dan senandung mantra-mantra yang dengan sendirinya dapat kubaca.

Hingga bayangmu kutinggalkan dalam frame tua. Aku menemui gadis lain berwajah teduh. Gadis yang tak mengingatkanku pada takdir yang menunggu. Gadis yang membuatku tahu bahwa hidup bukan sekadar menjalani takdir yang kita tahu.

Namun, gadis berkepang dua, jalanku memutar, entah mengapa seolah ujungnya ingin menemukanmu. Senandung mantra siapa yang akan aku jelmakan, kali ini?

Saya pertama kali tahu ada novel berjudul "Lampau" adalah lewat sebuah giveaway yang digelar di blog ini. Saya pun memutuskan untuk ikut karena sangat tertarik dengan sinopsisnya. Gaya bahasa dalam sinopsis tersebut cukup puitis, dan mengingatkan saya pada gaya bahasa Tere Liye. Saat cek goodreads, saya makin bersemangat untuk berusaha memperoleh novel ini, karena ternyata ini bukan novel roman biasa. Ya,novel ini mengangkat tentang adat Balian dari Kalimantan Selatan. Jujur, baru kali ini saya mendengar istilah Balian, dan saya ingin tahu konflik apa yang bisa diangkat oleh penulis dari adat istiadat ini hingga melahirkan sebuah novel berjudul Lampau.
Alhamdulillah, keberuntungan sedang berpihak pada saya. Mbak Nike, sang penyelenggara giveaway memilih jawaban ngasal saya ini sebagai pemenangnya :

Minggu, 01 Desember 2013

[GIVEAWAY] December Puzzler ^^




Halo Desember, halo bulan kelahiran saya :D.


Ini adalah Desember ke-23 yang saya lewati, belum terlalu tua kan?hehehe. Bersyukur sekali saya masih diizinkan melewati Desember ini dalam keadaan sehat dan bahagia, walaupun jauh dari rumah *ihikks*, tapi alhamdulillah begitu banyak nikmat yang Alloh curahkan sepanjang 23 tahun ini. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah... :).


Sebagai wujud rasa syukur, saya bersama 10 teman-teman Blogger Buku Indonesia yang juga berulang tahun di bulan Desember, ingin membagi kebahagiaan kami dengan menggelar giveaway, yaaaay, tebar confetti :D.


Giveaway ini kami beri nama "December Puzzler".

Presented By : Desty | Aulia | Dessy | Bzee | Alluna | Desem | Selvi | Maryana | Prasasti | Dianita | Dinda

Melalui event ini, kami ingin sedikit mengajak teman-teman untuk 'bersenang-senang' dengan memecahkan teka-teki yang ada di sepuluh blog buku penyelenggara December Puzzler. Teka-teki diberikan dalam bentuk riddle. Jawaban teka-teki di masing-masing blog hanya berupa 1 kata dalam bahasa Inggris (ingat lho yaa, 1 kata, bukan  1 frase atau 1 kalimat ^^). Karena ada 10 blog, berarti akan ada 10 kata rahasia yang harus teman-teman tebak. 

Rabu, 20 November 2013

Wishful Wednesday [7]






Heiihoo.. Jumpa lagi dengan hari Rabu. Seperti biasa, di hari rabu ini ada meme super kece yang di host oleh Blog Perpus Kecil, yaitu meme Wishful Wednesday. Melalui meme ini, kita diberi kesempatan untuk menceritakan buku apa yang sedang kita idam-idamkan. Siapa tahu bisa jadi kode kode buat yang lagi berbaik hati hahaha. Sudah 5 minggu nih absen gak ikutan WW. Adaa aja halangannya. Kadang karena hectic, kadang karena bingung mau wishing buku apa (saking banyaknya yang diinginkan -_-), atau kadang merasa miris liat blog udah lama ga posting review, masa malah posting meme terus.

Nah, syukurlah minggu ini halangan itu nggak ada. Kerjaan sementara sudah beres, buku yang lagi ngebet banget diidam-idamkan juga ada, serta alhamdulillah beberapa hari kemarin saya lumayan produktif menulis review, jadi gak akan merasa miris kalo ngeliat daftar isi postingan :D.

Lalu, apa wish saya minggu ini?

Sabtu, 16 November 2013

Cheeky Romance (Kim Eun Jeong, 2010)



Aku adalah seorang reporter. Saat aku sedang bekerja, di tengah syuting, muncul seorang dokter kandungan yang marah-marah seperti orang gila dan menuduhku sebagai ibu hamil. Celakanya, acara itu sedang ditayangkan ke seluruh penjuru negeri. Akibatnya, aku dikenal sebagai “ibu hamil nasional”, bahkan sampai punya pahlawan pelindung segala.Mendengar seseorang ingin menghapus anaknya, rasanya aku ingin segera menuntut perempuan itu. Suatu hari, aku bertemu lagi dengan perempuan bodoh itu. Berani-beraninya seorang ibu hamil minum alkohol di hadapanku, si dokter kandungan? Sampai makan kacang merah dan ikan fugu yang berbahaya bagi janin? Perempuan ini benar-benar kelewatan.

Terkadang, bersikap under-estimate itu jauh lebih menguntungkan, termasuk dalam hal membaca buku. Hal inilah yang saya alami saat saya membaca novel Cheecky Romance, sebuah novel terjemahan dari negeri ginseng. Saya bukan seorang Korean-Lover. Jadi, ketika saya memutuskan membaca novel ini, saya tidak menaruh ekspektasi apapun. Saat itu, saya hanya ingin mencoba genre baru yang sedang marak, yang kebetulan belum pernah saya baca. Saya bahkan sudah menyiapkan diri untuk kecewa, jika ternyata novel ini hanya berisi romance picisan. Yah, namanya juga sekedar selingan.

Tetapi ternyata saya salah.

Senin, 04 November 2013

After Rain (Anggun Prameswari,2013)


Mungkin aku dibutakan oleh cinta, sebab akalku dikacaukan olehmu.
Seberapa banyak pun aku meminta, kau takkan memilihku.
Ini yang kau sebut cinta?
Menunggumu bukan pilihan.
Izinkan aku meninggalkanmu, dengan serpihan hati yang tersisa.
Dan jika ternyata dia yang ada di sana,
sama-sama menanggung keping-keping hati yang berhamburan,
saat kami saling menyembuhkan—salahkah itu?


Pengakuan : Saya sangat jaaaaraaang sekali membeli novel bergenre teenlit/chicklit, penyebabnya bukan karena saya gak suka romance, tetapi karena pada dasarnya saya gak mau rugi mengeluarkan uang untuk buku yang habis dibaca dalam sekali duduk, hehe, aneh ya? Biarin ah, kan Low Budget Reader xD. Jadi, saya mengandalkan jurus 'meminjam' kalau lagi pengen baca genre teenlit, termasuk novel After Rain ini. Cuma butuh waktu 2 jam ndekem di perpus kantor, novel ini tandas terbaca tanpa skimming.

Novel ini mengangkat tema cinta terlarang antara Seren (26 tahun, TK/0) dengan Bara (31 tahun, K/I/1). Pssst,saya sengaja menyisipkan notasi-notasi NPWP untuk memperhalus status mereka. Dalam bahasa sehari-hari sih berarti Seren belum menikah dan belum punya anak, sementara Bara telah menikah dengan istri yang mempunyai usaha dan telah dikaruniai 1 orang anak. Halah, riweuh amat sih penjelasannya, bilang aja Seren pacaran sama suami orang ! *yaah kan saya bilang mau memperhalus xD

Selasa, 29 Oktober 2013

Good Omens [Neil Gaiman & Terry Pratchett, 1990]




Akhirnyaa,mood dan kesempatan untuk membuat review kembali lagi yaaaay ^o^. Entah kenapa,beberapa minggu terakhir saya kehilangan mood untuk mengupdate blog ini, entah dengan membuat postingan meme, cuap-cuap, apalagi review, alhasil cukup banyak event yang terlewat begitu saja. Yah,saya juga tidak ingin memaksa diri sendiri karena saya tidak ingin menganggap blogging sebagai suatu beban, justru aktivitas menulis blog ini harusnya bisa menjadi salah satu hiburan positif untuk saya, jadi ketika kemarin bad mood melanda saya memilih untuk tidak menyentuh blog ini, dan alhamdulillah hari ini mood buruk tersebut sudah saya usir jauh-jauh *^^*.

Rasa-rasanya saya perlu berterima kasih pada penulis buku Good Omens karena berkat buku inilah mood menulis review saya kembali muncul :P



Menurut buku ramalan yang ditulis Agnes Nutter si Penyihir (satu-satunya buku yang berisi ramalan-ramalan yang sangat akurat, ditulis tahun 1655, sebelum penulisnya meledak), dunia akan kiamat pada hari Sabtu. Sabtu minggu depan, tepatnya. Persis sebelum saat makan malam Maka balatentara Baik dan Jahat pun berkumpul. Atlantis muncul ke permukaan, katak-katak berjatuhan dari langit, orang-orang menjadi mudah marah. Kelihatannya segala sesuatu terjadi sesuai Yang Sudah Direncanakan. Tapi ada malaikat rewel dan setan yang gemar hidup nyaman--dua-duanya sudah hidup di tengah manusia sejak Permulaan dan lama-kelamaan lumayan menyukai gaya hidup begini--yang tidak senang membayangkan Armageddon akan segera tiba.

Selain itu, sepertinya si anak Antikristus dikirim ke tempat yang salah....

Ini adalah buku Neil Gaiman pertama yang saya baca. Saya sudah cukup sering mendengar nama penulis ini tapi belum tertarik untuk membeli bukunya. Nah, kebetulan saat ada obralan di Gramedia saya menemukan buku ini, cuma Rp 10 ribu cyiiiin, murah banget kan untuk ukuran buku setebal 518 halaman, langsung deh saya ambil. Dan ternyata saya gak menyesal, buku ini saaangaat bagus ! :D Meski absurd xD

Buku ini berkisah tentang Armageddon. Pernah denger kan istilah Armageddon? Iya, itu adalah sebuah pertempuran besar yang konon akan terjadi menjelang hari kiamat, pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan, dan konon katanya kebaikan lah yang akan menang. Kalau dalam versi aslinya (versi umat Kristen --mohon koreksi jika saya salah), Armageddon ini merupakan pertempuran yang akan dipicu oleh seorang manusia yang merupakan Anti Kristus. Nah, berangkat dari versi asli inilah kisah Good Omens bergulir. Tapiii, dalam buku Good Omens ini, Neil Gaiman dan Terry Pratchett menghadirkan Armageddon dalam versi kocak, namun penuh makna filosofis.

Perkenalkan, Crowley, setan yang selalu berpenampilan necis dan amat bangga pada mobil Bentley-nya. Lalu, ada Aziraphale, malaikat yang sangat suka membaca serta mempunyai toko buku lapuk. Di awal kisah, Crowley dan Aziraphale bercakap-cakap tentang peristiwa diturunkannya Adam dan Hawa ke muka bumi. Malaikat dan setan ini berpikir betapa anehnya tindakan Tuhan, sengaja menyuruh setan menggoda Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang itu, lantas menghukum mereka dengan menurunkannya ke muka bumi.
"Tapi harus ku akui, semua ini rasanya seperti sandiwara saja ya? Maksudku, menunjukkan pohon itu, lalu mengucapkan 'Jangan Sentuh' dengan tegas dan ditekankan. Agak terlalu disengaja ya? Maksudku, kenapa pohon itu tidak ditaruh saja di puncak gunung yang jauh dari sini? Kita jadi bertanya-tanya, apa  sebenarnya yang sedang Dia rencanakan? "

Memang, inti cerita buku ini ada pada pertanyaan, "apa sebenarnya yang sedang Dia rencanakan?", apa sebenarnya yang Tuhan rencanakan dengan skenario aneh tersebut? Mungkin tanpa kita sadari, kita sendiri juga pasti pernah mempertanyakan rencana-rencana Tuhan, ya walaupun yang kita pertanyakan gak sampai ke level Adam-Hawa gitu sih, paling cuma sebatas lingkup pribadi atau orang-orang di sekitar, tapi tetap aja judulnya pernah kan?

Rabu, 09 Oktober 2013

Wishful Wednesday [6]


WW kali ini edisi singkat aja yah, nyuri-nyuri waktu di sela hectic nih xD



99 Cahaya di Langit Eropa

Rp 58.650 | Bisa dibeli disini
Ini WW saya 2 minggu sebelumnya, dan sampai sekarang belum terkabul hiks. Alasan pengen bisa dibaca disini *bener-bener WW singkat padat xP


Menyemai Harapan

Rp 40.800 | Bisa dibeli disini
Ih, baca Maria A. Sardjono? Jadul banget siih? Mungkin itu komentar yang akan terbersit di benak pengunjung blog ini hehe. Saya bukan tipe orang yang membatasi bahan bacaan, dan kalo boleh jujur saya udah baca Mira W. dari zaman SMP walaupun itu ngumpet-ngumpet *plaak*. Nah, beberapa hari yang lalu kebetulan saya membaca review novel Menyemai Harapan ini di blog-nya Atria Dewi Sartika dan saya tertarik, jadi apa salahnya kan sekalian dimasukin wishlist? ;) Toh nilai total bukunya kalo digabung dengan wish pertama masih di bawah Rp 100 ribu, ^^


Lah, terus apa hubungannya dengan angka Rp 100Ribu?
Karena WW minggu ini lagi-lagi edisi Giveaway, yeeaaay ^o^

Mau ikutan juga?
Simak aturan mainnya di blog Perpus Kecil ;)

Rabu, 25 September 2013

Wishful Wednesday [5]


WW kali ini agak beda. Jika pada 4 WW sebelumnya saya selalu mengincar buku terjemahan, kali ini saya ngidam-nya buku lokal, sebuah buku yang best-seller dan sebentar lagi akan difilmkan, sebuah buku karya Hanum Rais :D


Aku mengucek-ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering-dering. Aku menyerah. Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu. "Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum," ungkap Marion akhirnya.

Apa yang Anda bayangkan jika mendengar "Eropa"? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?
Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam.


Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah "pencarian". Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.

The Hunger Games (Suzanne Collins,2008)




Dua puluh empat peserta. Hanya satu orang yang selamat.



Amerika utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem,dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi 12 belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di distrik 12. Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah membunuh atau dibunuh. 
Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

***

Sebelum membaca,saya sudah menaruh ekspektasi tinggi pada novel ini karena mayoritas reviewer mengatakan The Hunger Games adalah serial yang wajib untuk dibaca penggemar genre fantasi. Seperti yang tertuang dalam judulnya, novel ini menceritakan tentang sebuah permainan yang, eeemm, sangat barbar ! Ada sebuah negara bernama Capitol yang membawahi 12 distrik, setiap tahun pemerintah negara tersebut memilih 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan dari masing-masing distrik, untuk kemudian diisolasi dalam sebuah arena pertarungan. Permainan baru akan dinyatakan berakhir bila peserta yang berhasil bertahan hidup hanya tinggal 1 orang. Itu artinya, mereka harus membunuh, atau bersiaplah dibunuh! Hufft, psycho banget deh pasti pemerintah Capitol ini >__<

Kamis, 19 September 2013

[Master Post] Agatha Christie Read-A-Long


Signing up a reading challenge more, yaaaay ^o^

Sebenarnya bulan ini bisa dibilang saya gak produktif menulis review. Di antara 3 Reading Challenge yang saya ikuti, baru ada 1 postingan yang bisa menjadi entry bulan ini. Dua RC sisanya? Belom ada satupun review-nya buat bulan ini, padahal September sudah mau berakhir >___<. Hosh, semangat Dian, masih ada waktu koq, pasti bisa! *pasang iket kepala*

Nah, segitu udah keteterannya, nampaknya saya belum insyaf juga buat ikutan ndaftar di Reading Challenge baru. Gimana mau insyaf kalau Reading Challenge kali ini menantang kita untuk melahap buku penulis favorit saya, Agatha Christie??  :D


Rabu, 18 September 2013

Wishful Wednesday [4]


Selamat hari rabu semuanyaaa :D



Seperti biasa, di hari rabu ini saya akan berbagi cerita tentang buku-buku yang lagi saya idam-idamkan minggu ini. Yang namanya ngidam, gak harus dituruti dengan membeli kan yaa? Tetep harus perhatikan tingkat kepentingannya, apakah ini kebutuhan atau hanya sekedar keinginan. Kalo emang udah masuk level kebutuhan, ya sebisa mungkin diusahakan untuk dibeli. Tapi kalo cuma keinginan? Tetep boleh dibeli dong xD Maksud saya, biar bagaimanapun tetap harus ada jatah untuk merealisasikan keinginan kita, apalagi kalo yang udah kerja tuh, budget untuk pos keinginan ini pentiing biar kerja makin happy hehe. Buat saya, adanya pos 'keinginan' ini justru bisa mengendalikan sifat impulsif lho karena kita tahu berapa jatah tiap bulan untuk pos ini. Kalo jatahnya udah abis ya udah stop :))

Hadeeeh jadi melantur kemana-mana ini. Terus hubungannya sama Wishful Wednesday apa? Secara gak langsung meme ini ngebantu saya buat mengingat-ingat alasan kenapa saya menginginkan sebuah buku, apakah buku tersebut cukup worth-it buat dibeli, atau bisa diusahakan dengan meminjam, atau cukup jadi wish aja. Sebenarnya saya sendiri ketika menginginkan sebuah buku, bukan benar-benar menginginkan fisiknya, tapi ingin membacanya, jadi sekali lagi gak harus beli toh? :D

Nah, untuk minggu ini yang jadi wishlist saya adalah :

Senin, 16 September 2013

Review Gamma Rangers : Operation Night Rider


Pertama kali membuka file novel Gamma Ranger di hp, mata saya langsung tertuju pada kata "Delta Force". Wah, salah buka file nih, pikir saya kala itu. Sepertinya yang saya buka ini adalah file Deception Point-nya Dan Brown yang juga kebetulan sedang saya baca dan memang mengangkat cerita tentang satuan militer Delta Force. Tetapi setelah saya saya teliti lagi, ternyata saya tidak salah buka koq, memang benar ini adalah file novel Gamma Ranger. Waduh, saya langsung pesimis begitu menemukan kesamaan nama ini. Apakah novella Gamma Ranger hanya mencoba menduplikat Deception Point?

Berhubung saya sudah kadung menerima amanat menjadi beta-reader novella ini dari Mbak Inge, maka sayapun mencoba menepiskan dulu rasa pesimisme saya. Sayapun bertekad akan menyelesaikan membaca novella setebal 83 halaman ini.

Kisah dimulai saat komandan Delta Force yang bernama Kapten Blues menerima pesan intelijen bahwa akan terjadi pemberontakan oleh salah satu gerakan separatis yang dipimpin Jenderal Sodatoy.

Sepuluh Anak Negro (Agatha Christie, 1939)





Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Walaupun mereka masing-masing menyimpan suatu rahasia, mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan, pada suatu sore musim panas yang indah. Tetapi tiba-tiba saja terjadi serentetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan... Panik mencekam orang-orang itu ketika mereka satu demi satu meninggal... satu demi satu...

Agatha Christie membuka novel ini dengan memperkenalkan satu persatu tokoh yang diundang ke Pulau Negro. Dimulai dari Tuan Justice Wargrave, seorang pensiunan hakim. Ia mendapat undangan berlibur ke pulau tersebut melalui sebuah surat dari seseorang yang mengaku bernama Lady Culmington, sahabat lamanya.
Lalu tokoh kedua yang diundang ke Pulau Negro adalah Vera Claythorne. Ia mendapat surat dari Nyonya Owen yang mengaku pemilik Pulau Negro dan ingin merekrut Claythorne sebagai sekretaris pribadinya.
Undangan ketiga bernama Philip Lombard, seorang pengelana yang tiba-tiba didatangi oleh orang yang mengaku bernama Morris dan ditawari imbalan 100 guinea jika ia bersedia datang ke Pulau Negro.
Undangan keempat bernama Emily Brent, seorang perawan tua, yang juga menerima undangan berlibur ke Pulau Negro melalui surat. Kali ini, sang pengirim mengaku sebagai teman satu penginapan Nona Brent pada liburan musim panasnya tahun lalu.
Undangan kelima bernama Macarthur, seorang jenderal, juga mendapat undangan berlibur via surat. Pengirimnya bernama Owen.
Undangan keenam bernama Dr. Armstrong, ia diundang oleh seorang laki-laki yang mengaku istrinya mempunyai suatu gejala penyakit, namun sang istri tidak mau diajak berobat. Oleh karena itu, ia mengundang Dr. Armstrong ke kediamannya di Pulau Negro untuk memeriksa istrinya secara diam-diam.
Undangan ketujuh bernama Tony Marston, seorang pemuda pengangguran yang hidupnya urakan. Sama seperti Macarthur, ia juga diundang berlibur via surat oleh seseorang bernama Owen.
Undangan kedelapan bernama Blore, seorang agen detektif yang mendapat undangan ke Pulau Negro untuk menyelidiki permata Nyonya Owen yang dikatakan hilang.

Jumat, 13 September 2013

Friday's Recommendation [2]



Hari ini saya lagi happy, baca postingan host Friday's Recommendation disini ternyata ada nama saya sebagai pemenang GA-nya minggu lalu. Wow,berasa gak percaya, maklum baru sekali ini menang GA. Uniknya, lagi-lagi bertepatan dengan sesuatu yang berbau-bau 21, emang bener lucky number-nya saya deh nih nomor hahaha.

Yup,cukup curhatnya. Sekarang langsung aja saya pamerin buku yang saya rekomendasikan Jumat ini :)

Sejenak Hening (Adjie Silarus,Teaser)


Salah satu keuntungan menjadi anggota BBI adalah kita berkesempatan untuk ikut serta mencicipi isi buku-buku yang baru terbit, atau bahkan belum terbit. Contohnya, ya buku Sejenak Hening karya Adjie Silarus ini. Kalo kalian jalan-jalan ke toko buku manapun saat ini, bisa dipastikan gak akan mungkin melihat buku ini terdisplay di rak mereka,karena memang buku ini belum terbit :P Namun sang penulis sudah memberikan kesempatan kepada 5 orang anggota BBI untuk membaca dan mereview teaser buku ini, asyik kan jadi BBI-er? :)

Disclaimer dulu : review ini hanya berdasarkan teaser sejumlah 83 halaman (bukan naskah utuh) dan sifat reviewnya sangat subjektif (karena saya bukan reviewer profesional) jadi semua yang saya tulis murni berdasarkan pengalaman membaca saya.

***

Sejujurnya,saya bukan orang yang terlalu senang membaca buku motivasi. Kenapa? Karena saya merasa buku-buku seperti itu hanya membuat kita ber-iya-ho'oh saat membacanya saja. Begitu selesai, tutup buku, ya sudah kembalilah kita ke dunia nyata dimana pengaplikasian teori-teori di buku motivasi tersebut terasa tak semudah saat membacanya. Kalau begitu, kenapa sekarang saya ambil tawaran mereview teaser buku ini? Alasan pertama karena buat saya ini kesempatan langka, mereview buku yang belum terbit gitu, kapan lagi?Hehe. Alasan kedua, karena saat tawaran ini datang, kebetulan sedang ada beberapa hal tak biasa terjadi di kehidupan riil saya. Otomatis saat itu saya sedang membutuhkan banyak kalimat-kalimat penguat, dan salah satunya saya harap bisa saya temukan di buku ini. *ealaah malah curhat xD


Buku ini tentang meluangkan waktu sejenak untuk diam tetapi merupakan pergerakan untuk tenang. karena saat ada tenang maka akan ada yang menemanimu untuk menang.

Rabu, 11 September 2013

Wishful Wednesday [3]


Wishful Wednesday Edisi Giveaway lagiiii, yeeey ^^





Giveaway kali ini disponsori oleh Bzee yang juga merupakan host Fun Year Event with Children's Literature (FYEwCL). Jadi, hadiahnya adalah buku pilihan kita sendiri, dengan nilai maksimal Rp100k atau US$10, dengan syarat buku tersebut harus sudah pernah diikutsertakan dalam FYEwCL yang saya sebutkan tadi. Nah, daftar buku-buku yang bisa dipilih bisa kita cek di link-link berikut : FMs1, FMs2, atau FMs3.


Yang mau ikutan, simak caranya disini ;)

***

Dan buku yang saya incer kalo menang GA ini adalaaaah :

Rabu, 04 September 2013

Hercule Poirot Dihidupkan Kembali, Apa Pendapatmu?


Pagi ini, saat membuka beranda Facebook saya membaca sebuah kabar yang cukup mengejutkan, bahkan boleh dibilang kontroversial dari akun fanspage Agatha Christie. Kabar apakah itu?
Agatha Christie’s Poirot returns in a new novel.
Period mystery with a fiendish plot, written by best-selling crime author Sophie Hannah. Head over to agathachristie.com to find out more...

Wow, setelah puluhan tahun diwafatkan, tokoh detektif Hercule Poirot akan dihidupkan lagi dalam novel baru yang ditulis oleh Sophie Hannah? Beragam komentar muncul dari para penggemar Agatha Christie. Tentu ada yang pro, namun lebih banyak lagi yang kontra. Beberapa komentar pada postingan tersebut saya copy disini (yang pro saya beri warna biru, dan yang kontra saya beri warna merah)

Senin, 02 September 2013

Literaturisme : Perpustakaan Kementerian Keuangan :D




Semenjak membaca artikel tentang Literatourism di blog Ren’s Little Corner, saya langsung terpikir ingin mengulas perpustakaan yang ada di kantor saya. Dan nama perpustakaan itu adalaah : yap yap Perpustakaan Kementerian Keuangan :D

Perpustakaan ini terletak di kompleks kantor pusat Kementerian Keuangan, tepatnya di Lantai Mezzanine Gedung Djuanda II, Jl. Dr. Wahidin Raya Nomor 1 Jakarta Pusat 10710. Tidak terlalu besar sih, kalau perkiraan kasar saya luasnya paling hanya sekitar 100 m2, itupun sudah termasuk ruangan staf pengelolanya. Namun, desain interior perpustakaan ini sangat homy dan comfy sehingga saya jamin setiap pengunjung yang datang pasti merasa betah. Gak percaya? Hmm, coba deh dilihat dulu penampakannya, eh foto-fotonya :) (semua gambar diambil dari fanspage FB Perpus Kemenkeu)


Lihat, itu adalah arena luar perpustakaan. Konsepnya dibuat seperti teras sebuah rumah. Ada satu set sofa yang cukup besar, cukup buat menampung sampai 7 orang, dilengkapi dengan meja dan tempat koran. Setiap hari, koran-koran yang dipajang disini selalu diganti dengan edisi hari itu. Jadi, pegawai yang ingin selalu update berita terbaru dari surat kabar tidak perlu mengeluarkan uang sendiri untuk berlangganan, cukup luangkan waktu ke sini saja, lantas tinggal pilih mau membaca koran apa. Ada Harian Kompas, The Jakarta Post, Sindo, dan lain-lain.

Selain itu, di bagian luar ini juga ada semacam mading yang berisi list koleksi perpus terfavorit bulan lalu, resensi buku pilihan, serta sejumlah kliping berita terutama yang menyangkut Kementerian Keuangan. Ada pula sebuah kertas kosong tempat kita bisa menulis komentar-komentar kita (saran dan kritik juga boleh) tentang perpus ini. Pengunjung bebas mencurahkan uneg-unegnya disini ^^


bebas corat-coret disini :P

Nah, tentunya gak asyik dong kalo kita cuma mengintip bagian luarnya saja. Jadi, yuk mari kita intip dalamnya ^^


Jumat, 30 Agustus 2013

Friday's Recommendation [1]




Apa itu Friday's Recommendation?
Ini adalah sebuah meme baru *eh,lebih tepatnya baru muncul kembali setelah berhibernasi :p* yang di-host oleh pemilik blog Ren's Little Corner

Meme ini bertujuan merekomendasikan buku karya penulis luar negeri yang kita anggap bagus tetapi belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Tujuannya? tentu supaya ada penerbit indo yang tertarik buat menerjemahkannya :D

***

Nah, pas banget, ada 1 buku yang lagi saya harapin banget supaya diterjemahin, yaituuu :

Rabu, 28 Agustus 2013

Wishful Wednesday [2]


Udah hari rabu, berarti udah saatnya teriakkan wish-mu pada dunia wahai para bookish :D


Jadi, apa wish-mu minggu ini Dian? 

Saya pengen banget baca buku ini : 

Selasa, 27 Agustus 2013

Baca Marathon : Angels and Demons (Dan Brown, 2005) dan The Lost Symbol (Dan Brown, 2009)




The Da Vinci Code benar-benar sukses membuat saya ketagihan membaca karya Dan Brown yang lain. Beruntungnya saya, gak harus ngidam lama2 karena keinginan itu langsung terpenuhi, satu set e-book semua karya Dan Brown mendarat dengan cantik di email hanya berselang 2 hari setelah The Da Vinci Code saya khatamkan. Ah, gak percuma punya senior yang juga menggemari teori konspirasi #eh #semogaseniorsayagakbaca :p

Alhasil, seminggu kemarin saya mulai marathon membacanya. Belum selesai semua sih, cuma berhasil khatam 2 e-book, tapi itupun udah alhamdulillah banget untuk ukuran saya yang agak alergi e-book hehe. Karena udah kadung acak memulai membaca dari buku ke-2 (yaitu The Da Vinci Code), akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan langsung ke buku ke-3 (The Lost Symbol), setelah itu baru saya baca buku pertamanya (Angels and Demons). Hal ini tidak terlalu berpengaruh koq karena masing-masing buku tidak memiliki keterkaitan cerita, meski mengangkat tokoh utama yang sama, Mr. Robert Langdon :D

***

Pas mau nge-review sempet bingung, enaknya review yang mana dulu yak. Setelah saya pertimbangkan dengan seksama, oke, saya putuskan sepertinya lebih enak kalo urutan review mengikuti urutan tahun terbit bukunya saja supaya lebih sistematis ^^. 


Angels and Demons


pic source : goodreads



Ini adalah buku yang mengangkat petualangan pertama Robert Langdon. Seperti yang dikatakan Dan Brown dalam pengantarnya, disinilah ia mulai membentuk karakter tokoh tersebut. Robert Langdon, seorang ahli simbologi dari Universitas Harvard, New York. Menurut saya, Dan Brown cukup berhasil dalam menciptakan tokoh yang satu ini, karakternya cukup kuat.

Selasa, 20 Agustus 2013

The Da Vinci Code (Dan Brown, 2003)




Nagiiih !

Itulah satu kata yang bisa saya berikan untuk novel ini. Setelah selesai membaca The Da Vinci Code, saya benar-benar ketagihan untuk membaca karya Dan Brown yang lain. Memang sangat telat sih, karena kepopuleran Dan Brown sudah muncul sejak tahun 2003 saat The Da Vinci Code terbit. Saya pernah cerita disini, bahwa saya sudah lama memiliki e-book The Da Vinci Code namun tak kunjung berhasil saya selesaikan karena cepet capek kalo baca e-book.

Lalu, belum lama ini saya memutuskan untuk ikut Read Big Reading Challenge yang digagas pemilik blog Craving for Books, dan salah satu buku yang saya targetkan masuk dalam challenge itu ya si seksi The Da Vinci Code ini. Voila, ternyata saya berhasil menyelesaikan membaca versi printed-book nya cuma dalam waktu 1 hari saja *bangga ^o^.

Mungkin sudah banyak yang mengetahui kalau novel yang satu ini tergolong novel yang sangat kontroversial. Bahkan, di cover depan versi bahasa Indonesia terbitan Serambi ditulis sebuah tagline :

Memukau Nalar, Mengguncang Iman.

Nantangin banget ya tagline-nya? Benarkah isinya sungguh-sungguh dahsyat?

Pict Source : Goodreads

Senin, 19 Agustus 2013

Sunset Bersama Rosie (Tere Liye, 2011)




Om Tere harus tanggung jawab !!! 

Lagi-lagi, dia berhasil membuat saya tersedak menahan air mata, bahkan saat saya baru membaca beberapa lembar halaman awal novelnya >,<

Gimana enggak?

00.00.00.

Timer bom itu sempurna menyentuh angka nol.

Dalam gerakan pelan yang menyakitkan, dalam gerakan lambat yang mengiris hati, aku harus menjadi saksi utuh seluruh kejadian itu. Sebelum Rossie terharu menerima tangkai bunga, sebelum Nathan mengacak bangga rambut Sakura dan Jasmine, terdengar dentuman keras !

Saya cukup sering mengatakan bahwa kekuatan tulisan Tere Liye yang paling utama terletak pada kemampuannya menyajikan cerita yang sebenarnya sederhana menjadi begitu emosional. Ia mengekspose setiap detil adegan dengan begitu perlahan, tidak terburu-buru, hingga saya sebagai pembaca selalu terbawa masuk ke dalam emosi para tokohnya. Contohnya? Bisa dilihat pada blurb di atas. Blurb itu menggambarkan terjadinya bom Jimbaran, Bali yang menjadi titik tolak setting cerita novel Sunset bersama Rossie ini. Perlahan dan sangat personal sekali ya rangkaian katanya? :)

Apa? Biasa aja? Gak bikin nyesek, gak bikin terharu baca blurb itu??

Rabu, 14 Agustus 2013

Wishful Wednesday [1]


Ikuut.. Nggak.. Ikuut.. Nggak.. Ikuut..
Aaah, ikut aja deh :D

Apaan sih Dian?

Ini lho, sedang ada perayaan ulang tahun ke-4 blog-nya salah satu member BeBI, Books to Share. Sebagai rasa syukur, Kak Astrid, si empunya blog menggelar Give Away dengan hadiah buku seharga maksimal Rp100k atau US$10, yeeey *langsung membinar-binarkan mata ala Spongebob.

Terus kenapa pake acara galau dulu mau ikutan GA yang ini?


Selasa, 30 Juli 2013

Oliver Twist (Charles Dickens, 1838)



Oliver menggigil ketakutan. Keringat dingin terus mengucur di tubuh kurusnya. Rasa lapar yang menggigit kini nyaris tak terasa. Orang berkerumun dengan tatapan penuh benci. Dia tidak mencopet. Tetapi, siapakah yang akan mempercayai omongan bocah miskin seperti dirinya?

Blurb di bagian belakang novel ini diambil dari salah satu fragmen yang menggambarkan kemalangan nasib Oliver Twist. Yap, sesuai judulnya, novel ini berkisah tentang kehidupan Oliver Twist, seorang bocah yatim piatu yang dilahirkan

Rabu, 24 Juli 2013

Gading-Gading Ganesha (Dermawan Wibisono,2009)




Enam anak muda dari berbagai daerah di Indonesia –Slamet dari Trenggalek, Poltak dari Pematang Siantar, Ria dari Padang, Benny dari Jakarta, Gun Gun dari Ciamis, dan Fuad dari Surabaya – dipersatukan dalam sebuah persahabatan di kampus Jalan Ganesha, Institut Teknologi Bandung. Bersama-sama mereka mulai mengayunkan langkah dengan penuh idealisme dan cita-cita.
Bertahun-tahun, anak-anak muda dengan latar budaya dan sosial-ekonomi berbeda-beda itu mengalami berbagai suka-duka di kampus. Banyak kejadian lucu, seru, dan mengharukan yang mereka lalui bersama. Mulai dari kekonyolan-kekonyolan khas mahasiswa baru, persaingan cinta di antara mereka, hingga keterlibatan dalam gerakan mahasiswa menentang rezim politik yang represif. Semua itu semakin mempererat persahabatan di antara mereka.

Rabu, 17 Juli 2013

Dunia Sophie (Jostein Gaarder, 1991)



Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahun. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan : “Siapa kamu?”

Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya : “Dari manakah datangnya dunia?”


Jumat, 05 Juli 2013

After the Funeral/Setelah Pemakaman (Agatha Christie, 1953)




Welcome July…. ^__^

Belum terlalu terlambat kan buat ngucapin ini, liat kalender masih tanggal 5 koq hehe, dan ternyata ini adalah posting pertama saya di bulan Juli.

Sebelum mulai ke inti posting, mau bikin pengakuan dosa dulu :p Jadii, semenjak satu minggu yang lalu, saya masih berkutat dengan bacaan yang sama, sebuah novel yang tebalnya 798 halaman baru berhasil saya baca sampai halaman 553. Menyerahkah saya? Ohhooo, tentu tidak, ceritanya lagi seru-serunya koq :p Berhubung novel ini belum selesai saya baca, otomatis saya belum bisa mereviewnya. Tapi saya gak tega membiarkan blog ini dicuekin begitu lama, jadi saya putuskan untuk memposting review buku yang beberapa waktu lalu baru selesai saya baca saja, setuju yaaa pemirsaa? *harus setuju :D *lalu hening*


Well, daripada kebanyakan prolog, mending langsung aja yah saya pamerin penampakan si-buku :

Rabu, 26 Juni 2013

Receh for Books 2013




Uang receh alias uang kepingan logam. Bagi sebagian orang, benda ini mungkin termasuk salah satu benda yang nyebelin, udah bobotnya lebih berat dibanding uang kertas, eh nilainya biasanya cuma secuil. Makanya gak heran kalo uang receh lebih sering tersia-siakan *kasian kaan ;( *sok-sok dramatis :p 

Nah, dulunya saya juga bukan orang yang perhatian sama si receh ini. Paling-paling cuma saya geletakin gitu aja. Sampe suatu hari, saya dapet souvenir sebuah kotak tissue dari kantor. Berhubung ukuran tissue yang biasanya saya beli lebih besar dari kotak ini, jadi demi azas efektivitas *apasih ini* saya manfaatkanlah kotak tersebut untuk nyemplung-nyemplungin uang receh.

Hasilnya?


Masih Sedikit >,<

Yah, belom terlalu banyak sih *padahal umur kotak ini udah 3 bulanan -,- emang tujuan saya awalnya juga bukan buat nabung,cuma biar di kamer ga berserakan uang receh aja *malah ngeles :p

Tapi tiba-tiba, kemarin siang saya kembali teringat pada kotak harta karun saya ini, gara-gara pas blog-walking nemu postingan yang berjudul Receh for Books 2013 :D


Senin, 24 Juni 2013

Poirot’s Early Cases (Agatha Christie, 1974)



Ayeeey, udah tanggal 21 lagi aja nih, alhamdulillah :-D

Di tanggal yang istimewa ini, buka email pagi-pagi ternyata saya udah dapet hadiah yang saaangat spesial bagi saya. Apa itu?

Sebuah email yang berisi konfirmasi bahwa saya diterima bergabung dalam komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI), horeee ^o^

Sebagai bentuk perayaan kecilnya, hari ini (telat 3 hari >,<) saya mau nge-post 1 lagi review buku. Supaya spesial, saya memilih mereview sebuah buku dari genre favorit saya (misteri) yang ditulis oleh penulis favorit saya (Agatha Christie) dengan tokoh utama detektif favorit saya pula (Hercule Poirot). Serba spesial bukan? ;)

Dan pilihan saya jatuh pada buku berjudul :  Poirot’s Early Cases (versi bahasa Indonesia-nya berjudul Kasus-Kasus Awal Poirot).


Rabu, 19 Juni 2013

Tirai (Agatha Christie, 1975)




Sebagai penggemar kisah-kisah detektif Hercule Poirot yang ditulis oleh Agatha Christie, novel “Tirai” (versi aslinya berjudul “Curtain”) menjadi salah satu novel yang masuk dalam jajaran wish-list saya. Bagaimana tidak, novel ini disebut-sebut sebagai novel terbaik Agatha Christie, yang telah selesai ia tulis pada tahun 1940-an namun baru ia izinkan untuk diterbitkan 30 tahun kemudian, yakni pada tahun 1975. Konon katanya, dalam kurun waktu 30 tahun tersebut tulisan itu hanya ia simpan dalam Safe Deposit Box pribadinya (huwaaoooo :D ). Novel ini juga merupakan novel yang mengangkat kasus pembunuhan terakhir yang diungkap oleh tokoh detektif fiktif paaaaaling brilian yang pernah saya tahu, Hercule Poirot, sebab di novel Tirai ini Agatha Christie akhirnya memutuskan untuk ‘mewafatkan’ sang tokoh (*hiks).

Yap, setelah ngidam bertahun-tahun karena nyari novel ini di semua perpus yang pernah saya datengin gak pernah nemu,, temen-temen gak ada yang punya jadi gak ada yg bisa dipinjemin (gak banyak juga sih yang sama2 suka Agatha Christie hehe),, berburu di Senen juga gak ada,, bahkan sampai di Gunung A*ung pun udah gak dijual (padahal disana masih dipajang 21 judul buku Agatha Christie yang lain hiks),, iseng-iseng searching di Mbah Google eh Alhamdulillah ada yang mau jual koleksinya ^o^




Rose Madder (Stephen King, 1995)


Nggak ada angin, nggak ada hujan, pada suatu siang salah seorang teman di kantor saya memberikan novel terjemahan Stephen King yang berjudul Rose Madder, Wanita dalam Lukisan. Rupanya, novel ini sudah lama dibeli oleh beliau namun tidak pernah tuntas terbaca. Begitu tahu kalo saya hobi banget baca novel yang berbau-bau misteri, langsung deh novel ini dihibahkan ke saya.

Sebelum ini, saya sama sekali belum pernah membaca karyanya Stephen King, jadi saya sama sekali nggak tahu genre penulis ini tepatnya apa. Ya sudah deh, coba dibaca aja :D



Novel setebal 765 halaman ini berkisah tentang seorang wanita bernama Rose Daniels yang menikah dengan seorang pria kejam bernama Norman Daniels. Selama 14 tahun pernikahan mereka, Norman yang berprofesi sebagai polisi seringkali menganiaya Rose, bahkan hingga Rose pernah mengalami keguguran.


Jumat, 14 Juni 2013

Sang Penandai (Tere Liye, 2006)




Tere Liye. Penulis yang satu ini sudah berhasil membuat saya kepincut sejak pertama kali membaca tulisannya. Hmmm, emang si abang yang satu ini (jangan berpikir Tere Liye itu cewek yaa :p) pandai nian merangkai kisah yang mendatangkan pemahaman-pemahaman baru hingga saya tak pernah bosan memburu karya-karyanya.

Salah satu karya Tere Liye yang udah selesai saya baca adalah Sang Penandai. Dibanding sama karyanya yang lain, Sang Penandai ini bisa dibilang kurang populer, mungkin karena emang diterbitkannya juga jauh sebelum Tere Liye se-eksis sekarang. Saya sendiri waktu memutuskan beli novel ini cuma karena jaminan nama penulisnya, padahal sama sekali belum pernah mendengar judulnya, malahan arti kata Sang Penandai aja waktu itu saya gak ngerti -___-

Lalu, seperti apakah cerita novel Sang Penandai ini? :D


Facebook on Love (Ifa Avianti, 2009)




Don’t judge a book by its cover. 

Rasanya pepatah lama itu sangat tepat diberikan untuk buku ini, dalam makna harfiahnya. Pertama kali lihat cover buku ini terpajang di rak perpus kantor, saya sama sekali gak berminat untuk meminjamnya. Kenapa? Covernya itu lhoo, koq terkesan sinetron banget ya? Udah gitu, jujur, judulnya pun nggak ‘memanggil’.





Yang ada di benak saya, kayaknya ini novel ababil banget deh. Tapi, setelah nggak ada lagi koleksi perpus di kantor saya yang menggoda untuk dipinjam (dan sayangnya koq ya gak nambah-nambah koleksinya), akhirnya saya comot juga novel yang satu ini..

Hmm, liat nama penerbitnya : Lingkar Pena Publishing House.


Kamis, 13 Juni 2013

Tini Membantu Ibu (Marcel Marlier)




Masih inget gak, buku cerita apa yang pertama kali kalian punya?

Saya? masih doooong. Tini Membantu Ibu :-)

sumber : http://tinilover-fanylynn.blogspot.com/

Yap, inilah judul buku cerita yang pertama kali banget saya punya. Buku ini dibeliin sama my lovely parents sebelum saya masuk TK, sekitar umur 4 tahunan.

Mungkin ini yang dinamakan sebuah imprint dalam teori ilmu psikologi, cerita dalam buku ini benar-benar membekas di benak saya padahal fisik buku itu entah udah kemana (*hiks).

Iseng-iseng googling, eh ternyata lumayan banyak juga ya generasi terdahulu yang suka sama Tini, bahkan sampe ada komunitas Tini Lovers. Berkat info dari mbah google juga, saya baru tau kalo Tini itu ternyata berbentuk serial, jadi ada beberapa judul lain selain Tini Membantu Ibu, seperti Tini Belajar Memasak, Tini Belajar Berlayar, dan Tini Ikut Pesta Bunga .


Selasa, 11 Juni 2013

Membaca Itu Nggak (Harus) Mahal !!




Andai di dunia penggila buku ada pembagian strata, saya yakin pasti saya masuk strata Low-Budget Reader atau malah The Lowest Budget Reader mungkin hihi.. Dari dulu, berhubung saya dari keluarga pas-pasan (*pas butuh pas ada, aamiin :p), saya sama sekali gak pernah punya anggaran khusus buat memenuhi hasrat saya akan buku. Tapi, bukan berarti hobi saya ini surut. Alhamdulillah, selama bertahun-tahun, saya berhasil membuktikan sendiri kalau ternyata membaca bukanlah hobi yang mahal.

Begitu banyak lhooo sumber-sumber bacaan yang bisa kita dapatkan, secara murah meriah, bahkan gratis :D Nah, disini saya pengen coba men-share darimana aja sumber bacaan saya selama ini, semoga bermanfaat.

·         Perpustakaan
Buat Low Budget Reader macam saya, perpustakaan itu laksana syurga *lebay hehe.. Tapi bener loh, di perpustakaan kita bisa meminjam aneka buku (biasanya) tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Sayang pemerintah kita nampaknya belum menganggap perpustakaan merupakan salah satu fasilitas publik yang penting. Efeknya, kehadiran perpustakaan masih sangat terbatas di negeri ini. Yang paling familiar tentunya adalah perpustakaan sekolah, itupun masih belum semua sekolah memilikinya. Kalau di sekolah saya dulu, level SD belum ada fasilitas perpus-nya. Baru di SMP saya menjumpai dalam dunia nyata adanya perpustakaan sekolah, sebelumnya sih cuma membayangkan aja bentuk perpus sekolah itu kayak apa sih berdasarkan cerita-cerita yang saya baca hehe…


Twilight : The Novel (Stephenie Meyer, 2005) vs The Movie (Catherine Hardwicke, 2008)




“Aku tuh orang yang paling gak bisa nonton film, gak ngerti.. Enakan baca novelnya…”
***

Kalimat itu kerap kali saya tuturkan pada orang-orang terdekat saya ketika membahas sebuah karya yang ada versi ‘novel’ dan ada versi ‘film’ nya. Yap, saya mungkin culun, hari giniii gitu gak suka nonton film, but that’s a fact, mungkin saya emang terlahir sebagai orang yang lebih mampu menyerap informasi tertulis ketimbang informasi dalam bentuk audio visual. Contoh nyatanya terjadi pada cerita Harry Potter. Kebetulan, saya lebih dulu melihat film-nya ketimbang novelnya. Waktu melihat film si HarPot ini di VCD (kalo gak salah kelas 5 atau 6 SD) saya berkali-kali berisik bilang “ini film apaan sih, seriusan deh gak ngerti jalan ceritanya”, tapiiiiii begitu pertama kali berkenalan dengan novelnya (sekitar kelas 2 SMP) saya langsung terhanyut dengan fantasi J.K. Rowling.
Entah kena tulah atau apa, rasanya kali ini saya harus mengakui bulat-bulat bahwa tidak selamanya statement yang saya buat ini benar. Novel tidak selamanya lebih menarik daripada film, adakalanya justru film lebih bisa menggambarkan maksud si penulis. Dan uniknya, film yang berhasil membuat saya mengakui bahwa ia jauh lebih menarik dibanding versi novelnya adalah “Twilight”, sebuah kisah yang sebenarnya genre-nya gak jauh2 amat dari Harry Potter -___-‘



Pertama kali tau ada kisah Twilight dari mbak kosan pas jaman kuliah dulu. Waktu itu, si mbak tergila-gila dengan Edward Cullen dan alhasil berusaha meracuni seluruh kosan dengan virus Twilight :p Well, dasarnya saya penggila novel, kena bujuk lah saya untuk membaca novelnya. Tapi ternyata ini bukan novel yang bisa bikin saya terhanyut. Stuck di halaman-halaman awal, lupa sih tepatnya sampe bab berapa, tapi yang pasti kali itu saya gagal membaca sampai akhir.
Menurut saya, Twilight versi novel sangat membosankan, gak ada konflik spesial yang diangkat, sisi romance-nya juga gak terlalu kuat, biasa aja, datar. Hmm, tapi ini bisa dibilang ini hanya penilaian parsial lho yaaa karena saya cuma baca sebagian kecil dari novelnya.
Kebetulan dan kebetulan banget, Twilight ini mengangkat kisah percintaan antara seorang manusia (Bella Swan) dengan seorang vampire (Edward Cullen). Nah, waktu zaman SMP, saya pernah tergila-gila dengan serial cantik berjudul Throbbing Tonight yang juga mengangkat kisah percintaan antara seorang keturunan manusia serigala dengan seorang vampire (sampe khatam 30 seri + 1 seri bonus :p). Entah mungkin masih terlalu terpesona dengan kisah itu, saya jadi sedikit membanding-bandingkan, dan kesimpulan saya saat itu Twilight kalah jauuuuuh dibanding Throbbing Tonight yang berhasil memadukan romance,comedy,dan sedikit tragedy dengan teramat sangat pas.
Makanya saya heran banget, koq bisa ya Twilight menarik berjuta-juta orang menjadi penggemarnya bahkan kerap disebut-sebut sejajar dengan Harry Potter? :O

Dan jawabannya, saya dapatkan kemarin :-D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Boekenliefhebber Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino