Selasa, 18 November 2014

My Wishlist



Desember sudah dekat, yeaayy! Dan itu artinya, waktu bagi BBI untuk kembali mengadakan event Secret Santa. Memang, event ini sepertinya merupakan event yang paling banyak diminati oleh anggota BBI. Kebahagiaan saling bertukar kado buku, yang kemudian diikuti dengan keseruan menebak identitas sang pemberi kado menjadi hal yang sangat sayang untuk dilewatkan. Ini adalah tahun kedua saya mengikuti event SS. Sempat maju-mundur sih (gak pake cantik yaa :p ), mikir berulang kali bakal ikutan lagi gak yaa tahun ini. Bukan apa-apa, saya cuma takut nggak sempat mengejar target mereview bukunya. Jadilah, saya baru mantap mendaftarkan diri, di hari terakhir pendaftaran. Maju aja deh.. Hitung-hitung sebagai pemicu juga untuk kembali mengisi blog ini dengan postingan review.. *iyaa, akhir-akhir ini emang saya malas mereview x)

Baiklah, tanpa berpanjang-panjang kata lagi, berikut ini buku yang menjadi wishlist saya :D
1.    Twivortiare 2


Wishlist utama, hihihi... Baru terbit tanggal 18 Desember.. H-1 ultah saya lhoo, pas kan kalo saya dikadoin ini ;) Bisa dibeli di sini .


Selasa, 12 Agustus 2014

[Review #9] Sabtu Bersama Bapak





Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.


I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”.


Buku ini berkisah tentang seorang ayah bernama Gunawan Garnida yang divonis menderita penyakit kanker. Oleh dokter, sisa usianya diprediksi hanya tinggal satu tahun lagi. Gunawan dan istrinya, Itje, tentu sangat sedih ketika mendengar vonis ini. Apalagi, mereka mempunyai 2 orang anak yang saat itu masih kecil. Jika vonis itu terbukti benar, maka Gunawan tidak akan lagi mempunyai waktu untuk membimbing kedua anaknya.

Tak ingin kedua anaknya tumbuh dewasa dalam kebingungan tanpa ada sosok bapak yang bisa menjadi tempat bertanya, Gunawan berinisiatif membuat video dokumenter. Dalam video itu, Gunawan merekam dirinya sendiri, mengajak anak-anaknya ngobrol dan memberikan berbagai values tentang kehidupan. Selama satu tahun sisa hidupnya, Gunawan berhasil merekam ratusan video. Gunawan berpesan pada istrinya agar video tersebut diputarkan satu persatu untuk anak-anaknya apabila ia sudah meninggal. Dengan demikian, kedua anak Gunawan, Satya dan Saka (a.k.a Cakra) tidak akan merasa 'kehilangan' bapaknya.

Rabu, 16 Juli 2014

Wishful Wednesday





Jangan pernah percaya saya dalam hal janji sama blog xD
Di awal tahun, sok iyeee mau ikutan baca bareng BBI tiap bulan, sok iyee janji mau ngereview setiap buku yang dibaca, nyatanya.... *ngumpet di timbunan*.

Hehe, okee, saya ngaku sekarang saya lagi ada pada tahapan merasa bahwa mereview itu terkadang membebani. Saya lagi jadi pembaca yang egois, yang hanya ingin menikmati bacaan untuk diri sendiri xD. Makanya kadang saya suka iri sama temen-temen yang bisa konsisten update blog bukunya. Duh, rahasianya apa siiih? Koq kayak nggak habis-habis gitu lho inspirasi untuk bikin review-nya, ajarin saya dong x).

Oh iya, selain jarang update review, saya juga sekarang lebih jarang ikutan giveaway. Karena inget timbunan kali yaaa hahahaa... Tapi, hari ini saya tergoda buat ikutan giveaway lagi ^0^

Giveaway di mana? Ini lhoo, di blognya mbak Astrid. Yup, Wishful Wednesday spesial giveaway :))))
Udah beberapa kali nih ikut WW spesial giveaway tapi belom pernah menang hahahaha, jadi penasaran. Kali ini, GA mbak Astrid bekerja sama dengan Aul, kali-kali aja rejekinya saya di minggu ini, hehe, aamiiin.

Oke, langsung aja, ini WW saya minggu ini :




Tempat tergelap di neraka

dicadangkan bagi mereka

 yang tetap bersikap netral di saat krisis moral.

Tengah malam, Robert Langdon terbangun di rumah sakit dan syok saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal, ingatan terakhirnya adalah berjalan pulang setelah memberi kuliah di Harvard. Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, dokter yang merawatnya ditembak mati. Langdon berhasil lolos atas bantuan Sienna Brooks, seorang dokter muda yang penuh rahasia.

Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia memiliki sebuah stempel kuno berisi kode-kode rahasia ciptaan ilmuwan fanatik yang terobsesi pada kehancuran dunia berdasarkan mahakarya terhebat yang pernah ditulis—Inferno karya Dante. Ciptaan genetis ilmuwan tersebut mengancam kelangsungan umat manusia, Langdon harus berpacu dengan waktu memecahkan teka-teki yang berkelindan dalam puisi-puisi gelap Dante Alighieri. Belum lagi, dia harus menghindari sepasukan tentara berseragam hitam yang bertekad menangkapnya.

Sang master, Dan Brown, sekali lagi menunjukkan kegeniusannya mengolah sejarah, seni, kode, dan simbol dalam sebuah kisah yang tak terlupakan. Setelah Da Vinci Code, Angels & Demons, dan The Lost Symbol, Inferno kembali menegaskan kejayaan Dan Brown sebagai perajut kisah luar biasa.


***



Banyak yang bilang bahwa gak ada hal baru yang diangkat Dan Brown di buku ini, malah banyak juga yang bilang bahwa buku ini tidak sebagus pendahulunya. Ya, memang sudah bukan rahasia lagi, Dan Brown selalu memakai plot yang itu-itu juga hampir di semua bukunya, terutama yang memakai tokoh utama Robert Langdon. Tapi buat saya, tulisan-tulisannya Dan Brown masih punya daya tarik yang besar *tsaaaah*, yang selalu membuat saya tetap penasaran untuk membacanya! :D

Oh iya, ini kan harganya di atas limit, kalau saya menang nggak apa-apa koq saya nombok ^_^

Pengen ikutan juga? Ini caranya :
1. Buat postingan Wishful Wednesday di blog. Gak harus blog buku, kok, yang penting di blog.
2. Postingan tersebut harus berisi tentang wishlist buku kamu (boleh lebih dari satu buku), serta alasan mengapa kamu pengen buku tersebut. Jangan lupa cantumkan cover dan sinopsis.
3. Buku tersebut harus tersedia di bukabuku.com, karena sponsornya menggunakan toko buku online tersebut, dan harga maksimal (ongkir tidak termasuk) adalah Rp 100.000. Yah, karena di tokbuk tersebut selalu ada diskon 15%, jadi nyerempet Rp 100.000 dikit gak papa deh…
4. Setelah posting, masukan link tersebut ke linky yang tersedia. Lalu pemenang akan dipilih menggunakan random.org, hanya ada satu orang pemenang dan satu blog hanya memasukkan satu link dan satu post.
5. Giveaway hanya berlangsung selama 1 hari, Rabu tanggal 16 Juli 2014. Linky post dapat disubmit pada jam 09.00 WIB dan link terakhir ditunggu sampai jam 23.59 WIB. Peserta yang sudah membuat post tapi tidak memasukan link ke linky dianggap gugur.
6. Pengumuman pemenang diumumkan hari Jumat tanggal 18 Juli 2014. Pemenang diberi waktu konfirmasi 2×24 jam melalui email nurauliafina@gmail.com, bila tidak mengirimkan email apapun, akan dipilih pemenang lainnya.
7. Pemenang juga harus memasukan buku tersebut ke dalam Buying Monday bulan Juli 2014 yang di-host oleh Aul @ The Black in The Book.

Selasa, 01 Juli 2014

[Review #8] Mengatasi Aneka Masalah Teknis Pengadaan



Kurang lebih dua tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya mengenal dunia pengadaan. Ketika itu, saya yang baru lulus dari STAN mendapat penempatan definitif di Setjen Kemenkeu, tepatnya di Subbagian Pengadaan. Agak kaget karena di STAN saya mengambil spesialisasi Administrasi Perpajakan. Antara perpajakan dan pengadaan tentu bagaikan dua sisi mata uang yang berlawanan. Di satu sisi, perpajakan merupakan sumber terbesar penerimaan negara saat ini, sedangkan sisi lain pengadaan menupakan salah satu cara pemerintah untuk melakukan pengeluaran / belanja negara. Tentu, ilmunya jauh berbeda.

Untunglah, by theory, ilmu pengadaan tidaklah serumit ilmu perpajakan. Peraturan yang menjadi landasan hukum di pengadaan pun tidak sebanyak di perpajakan. Jadi, dari segi teori, saya mampu melahap ilmu Pengadaan Barang/Jasa hanya dalam waktu kurang dari satu bulan saja. Terbukti, dalam jangka waktu tersebut, saya sudah berhasil memperoleh Sertifikasi Ahli Nasional Pengadaan Barang dan Jasa, yang alhamdulillah bisa saya jamin tanpa kecurangan sedikitpun.

Eittts, tapi tunggu dulu. Itu baru by theory  lho yaa. Prakteknya bagaimana? Nah, ini nampaknya yang tidak akan pernah habis menjadi sumber pembelajaran bagi saya. Dalam praktek pengadaan, sesimpel apapun pengadaan itu, adaaaa saja permasalahan yang kerap muncul di lapangan. Dan sebelnya, kerap kali permasalahan itu belum diatur dalam peraturan. Oleh karena itu, saya menyambut baik sekali ketika mendapatkan buku ini dari BBI untuk direview :*

Senin, 23 Juni 2014

[Review #7] Bumi




Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang.


Bagi saya, sinopsis buku Bumi yang saya kutip di atas bisa dibilang bukan termasuk jenis sinopsis yang membuat saya setengah mati penasaran ingin membaca bukunya. Hanya karena nama penulis-nya lah, Tere Liye, yang merupakan salah satu penulis favorit saya, saya tertarik untuk membaca buku ini. Tertarik membaca lho yaa, bukan membeli hehehe.. Untunglah, beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan email penawaran kerjasama dari Scoop, salah satu penyedia layanan unduh e-book legal di Indonesia. Dan Scoop memberikan saya voucher untuk mengunduh 1 ebook pilihan saya secara gratis, yeaaayyyy, happy ^o^. Sekali lagi ini ebook legal lho ya, bukan bajakan, jadi kualitas tampilannya tak perlu diragukan. Saya akan membahas lebih detail tentang pengalaman membaca ebook di Scoop ini di bagian akhir. Sementara, yuk kita kembali dulu ke review bukunya :).

Bumi bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Raib yang memiliki kemampuan menghilang sejak ia masih kecil. Orang tua Raib tidak mengetahui keistimewaan ini. Raib sendiri juga tak pernah ada keinginan untuk mempertanyakan kemampuannya tersebut. Paling banter, Raib hanya menggunakan kemampuannya untuk menjahili orang tuanya. Hingga suatu hari, ada satu sosok misterius mendatangi Raib. Sosok misterius itu mengatakan bahwa sesungguhnya Raib memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari yang selama ini diketahuinya. Siapakah sosok misterius itu dan mengapa Raib memiliki kemampuan istimewa yang tidak dimiliki manusia kebanyakan?

Raib makin kebingungan saat berbagai peristiwa aneh mulai menimpa orang-orang di sekitarnya, mulai dari rusaknya mesin raksasa di pabrik tempat ayahnya bekerja hingga rubuhnya tiang listrik di dekat sekolahnya. Ditambah lagi, tingkah aneh guru matematika Raib yang ternyata diam-diam mengetahui kemampuan istimewa Raib. Lalu, ada pula salah seorang teman Raib yang kelewat jenius bernama Ali yang juga mencurigai bahwa Raib memiliki kemampuan istimewa sampai Ali nekad memasang kamera pengintai di kamar Raib.

Sampai di sini, kurang lebih seperempat bukunya, jujur saya masih belum bisa menebak ceritanya mau dibawa ke arah mana. Belum lagi, gaya bahasanya terkesan teenlit. Mungkin karena para tokohnya adalah remaja ya. Tapi initinya, saya sempat ogah-ogahan menyelesaikan membaca buku ini.

Ketika sudah mencapai setengah buku, barulah keseruannya mulai terasa. Raib dan Ali yang awalnya sempat bertengkar, akhirnya bisa menjadi rekan yang kompak saat mengetahui ancaman yang sebenarnya dari sosok misterius yang saya sebutkan di awal. Sosok misterius itu rupanya tidak main-main mengancam Raib. Ia bahkan membawa pasukan untuk menyerang Raib saat sedang bersama Ali dan juga Seli (sahabat Raib). Pertempuran itu kemudian melemparkan Raib dan kawan-kawannya ke 'dunia lain' dan di sanalah petualangan yang sebenarnya telah menunggu mereka.

Kamis, 10 April 2014

[Review #6] Of Thee I Sing




Siapa yang tidak mengenal Barack Obama? Seorang presiden Amerika Serikat yang kemenangannya pada Pemilu tahun 2008 menjadi catatan sejarah baru karena untuk pertama kalinya keturunan kulit hitam berhasil terpilih menjadi presiden di negara adidaya tersebut. Di mata kita, masyarakat Indonesia, kemenangan Obama juga memiliki nilai sentimentil tersendiri karena ternyata Obama pernah menghabiskan masa kecilnya di negeri ini. Ah, tapi kali ini saya tidak akan membahas Obama dalam kaitannya dengan hiruk-pikuk politik. Kali ini, saya ingin mengungkapkan keterpesonaan saya pada sisi lain Obama : sebagai seorang ayah; ayah dari dua putri yang mulai beranjak remaja, serta ayah dari putra-putri Amerika Serikat.



Buku  Of Thee I Sing, A Letter to My Daughters (Tentangmu Aku Bernyanyi, Sebuah surat untuk Putri-Putriku) seketika langsung menarik perhatian saya begitu pertama kali saya melihatnya di sebuah toko buku. Pada cover, tertera nama Barack Obama sebagai penulisnya. Saya penasaran sekali. Seorang presiden menulis surat untuk putrinya, kira-kira pesan apa ya yang ingin disampaikan? Bagaimana gaya bahasanya, apakah semenyihir orasi-orasi politiknya? Apakah sama hangatnya dengan kata-kata para ayah lain di dunia?





Dan setelah membaca, jujur saya terpesona. Buku ini begitu sederhana, isinya tak lebih dari 58 kalimat, tapi terasa sekali keindahan pesannya. Saya sudah mulai tersihir sejak bait pertamanya :
Have I told you lately how wonderful you are?
How the sound of your feet running from afar brings dancing rhytms to my day?

Saat membaca kalimat ini, saya membayangkan sosok seorang ayah yang pada malam hari mendatangi putri kecilnya yang sedang bersiap tidur, lantas dengan lembut mengusap rambut sang putri seraya berkata :
Tahukah kau nak, kau suuuungguh mengagumkan di mata ayah? Mendengar langkah kakimu saja, sudah membuat hidup ayah berirama!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
back to top
 

Boekenliefhebber Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino