Senin, 23 Juni 2014

[Review #7] Bumi




Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang.


Bagi saya, sinopsis buku Bumi yang saya kutip di atas bisa dibilang bukan termasuk jenis sinopsis yang membuat saya setengah mati penasaran ingin membaca bukunya. Hanya karena nama penulis-nya lah, Tere Liye, yang merupakan salah satu penulis favorit saya, saya tertarik untuk membaca buku ini. Tertarik membaca lho yaa, bukan membeli hehehe.. Untunglah, beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan email penawaran kerjasama dari Scoop, salah satu penyedia layanan unduh e-book legal di Indonesia. Dan Scoop memberikan saya voucher untuk mengunduh 1 ebook pilihan saya secara gratis, yeaaayyyy, happy ^o^. Sekali lagi ini ebook legal lho ya, bukan bajakan, jadi kualitas tampilannya tak perlu diragukan. Saya akan membahas lebih detail tentang pengalaman membaca ebook di Scoop ini di bagian akhir. Sementara, yuk kita kembali dulu ke review bukunya :).

Bumi bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Raib yang memiliki kemampuan menghilang sejak ia masih kecil. Orang tua Raib tidak mengetahui keistimewaan ini. Raib sendiri juga tak pernah ada keinginan untuk mempertanyakan kemampuannya tersebut. Paling banter, Raib hanya menggunakan kemampuannya untuk menjahili orang tuanya. Hingga suatu hari, ada satu sosok misterius mendatangi Raib. Sosok misterius itu mengatakan bahwa sesungguhnya Raib memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari yang selama ini diketahuinya. Siapakah sosok misterius itu dan mengapa Raib memiliki kemampuan istimewa yang tidak dimiliki manusia kebanyakan?

Raib makin kebingungan saat berbagai peristiwa aneh mulai menimpa orang-orang di sekitarnya, mulai dari rusaknya mesin raksasa di pabrik tempat ayahnya bekerja hingga rubuhnya tiang listrik di dekat sekolahnya. Ditambah lagi, tingkah aneh guru matematika Raib yang ternyata diam-diam mengetahui kemampuan istimewa Raib. Lalu, ada pula salah seorang teman Raib yang kelewat jenius bernama Ali yang juga mencurigai bahwa Raib memiliki kemampuan istimewa sampai Ali nekad memasang kamera pengintai di kamar Raib.

Sampai di sini, kurang lebih seperempat bukunya, jujur saya masih belum bisa menebak ceritanya mau dibawa ke arah mana. Belum lagi, gaya bahasanya terkesan teenlit. Mungkin karena para tokohnya adalah remaja ya. Tapi initinya, saya sempat ogah-ogahan menyelesaikan membaca buku ini.

Ketika sudah mencapai setengah buku, barulah keseruannya mulai terasa. Raib dan Ali yang awalnya sempat bertengkar, akhirnya bisa menjadi rekan yang kompak saat mengetahui ancaman yang sebenarnya dari sosok misterius yang saya sebutkan di awal. Sosok misterius itu rupanya tidak main-main mengancam Raib. Ia bahkan membawa pasukan untuk menyerang Raib saat sedang bersama Ali dan juga Seli (sahabat Raib). Pertempuran itu kemudian melemparkan Raib dan kawan-kawannya ke 'dunia lain' dan di sanalah petualangan yang sebenarnya telah menunggu mereka.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Boekenliefhebber Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino