Rabu, 25 September 2013

Wishful Wednesday [5]


WW kali ini agak beda. Jika pada 4 WW sebelumnya saya selalu mengincar buku terjemahan, kali ini saya ngidam-nya buku lokal, sebuah buku yang best-seller dan sebentar lagi akan difilmkan, sebuah buku karya Hanum Rais :D


Aku mengucek-ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering-dering. Aku menyerah. Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu. "Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum," ungkap Marion akhirnya.

Apa yang Anda bayangkan jika mendengar "Eropa"? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?
Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam.


Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah "pencarian". Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.

The Hunger Games (Suzanne Collins,2008)




Dua puluh empat peserta. Hanya satu orang yang selamat.



Amerika utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem,dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi 12 belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di distrik 12. Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah membunuh atau dibunuh. 
Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

***

Sebelum membaca,saya sudah menaruh ekspektasi tinggi pada novel ini karena mayoritas reviewer mengatakan The Hunger Games adalah serial yang wajib untuk dibaca penggemar genre fantasi. Seperti yang tertuang dalam judulnya, novel ini menceritakan tentang sebuah permainan yang, eeemm, sangat barbar ! Ada sebuah negara bernama Capitol yang membawahi 12 distrik, setiap tahun pemerintah negara tersebut memilih 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan dari masing-masing distrik, untuk kemudian diisolasi dalam sebuah arena pertarungan. Permainan baru akan dinyatakan berakhir bila peserta yang berhasil bertahan hidup hanya tinggal 1 orang. Itu artinya, mereka harus membunuh, atau bersiaplah dibunuh! Hufft, psycho banget deh pasti pemerintah Capitol ini >__<

Kamis, 19 September 2013

[Master Post] Agatha Christie Read-A-Long


Signing up a reading challenge more, yaaaay ^o^

Sebenarnya bulan ini bisa dibilang saya gak produktif menulis review. Di antara 3 Reading Challenge yang saya ikuti, baru ada 1 postingan yang bisa menjadi entry bulan ini. Dua RC sisanya? Belom ada satupun review-nya buat bulan ini, padahal September sudah mau berakhir >___<. Hosh, semangat Dian, masih ada waktu koq, pasti bisa! *pasang iket kepala*

Nah, segitu udah keteterannya, nampaknya saya belum insyaf juga buat ikutan ndaftar di Reading Challenge baru. Gimana mau insyaf kalau Reading Challenge kali ini menantang kita untuk melahap buku penulis favorit saya, Agatha Christie??  :D


Rabu, 18 September 2013

Wishful Wednesday [4]


Selamat hari rabu semuanyaaa :D



Seperti biasa, di hari rabu ini saya akan berbagi cerita tentang buku-buku yang lagi saya idam-idamkan minggu ini. Yang namanya ngidam, gak harus dituruti dengan membeli kan yaa? Tetep harus perhatikan tingkat kepentingannya, apakah ini kebutuhan atau hanya sekedar keinginan. Kalo emang udah masuk level kebutuhan, ya sebisa mungkin diusahakan untuk dibeli. Tapi kalo cuma keinginan? Tetep boleh dibeli dong xD Maksud saya, biar bagaimanapun tetap harus ada jatah untuk merealisasikan keinginan kita, apalagi kalo yang udah kerja tuh, budget untuk pos keinginan ini pentiing biar kerja makin happy hehe. Buat saya, adanya pos 'keinginan' ini justru bisa mengendalikan sifat impulsif lho karena kita tahu berapa jatah tiap bulan untuk pos ini. Kalo jatahnya udah abis ya udah stop :))

Hadeeeh jadi melantur kemana-mana ini. Terus hubungannya sama Wishful Wednesday apa? Secara gak langsung meme ini ngebantu saya buat mengingat-ingat alasan kenapa saya menginginkan sebuah buku, apakah buku tersebut cukup worth-it buat dibeli, atau bisa diusahakan dengan meminjam, atau cukup jadi wish aja. Sebenarnya saya sendiri ketika menginginkan sebuah buku, bukan benar-benar menginginkan fisiknya, tapi ingin membacanya, jadi sekali lagi gak harus beli toh? :D

Nah, untuk minggu ini yang jadi wishlist saya adalah :

Senin, 16 September 2013

Review Gamma Rangers : Operation Night Rider


Pertama kali membuka file novel Gamma Ranger di hp, mata saya langsung tertuju pada kata "Delta Force". Wah, salah buka file nih, pikir saya kala itu. Sepertinya yang saya buka ini adalah file Deception Point-nya Dan Brown yang juga kebetulan sedang saya baca dan memang mengangkat cerita tentang satuan militer Delta Force. Tetapi setelah saya saya teliti lagi, ternyata saya tidak salah buka koq, memang benar ini adalah file novel Gamma Ranger. Waduh, saya langsung pesimis begitu menemukan kesamaan nama ini. Apakah novella Gamma Ranger hanya mencoba menduplikat Deception Point?

Berhubung saya sudah kadung menerima amanat menjadi beta-reader novella ini dari Mbak Inge, maka sayapun mencoba menepiskan dulu rasa pesimisme saya. Sayapun bertekad akan menyelesaikan membaca novella setebal 83 halaman ini.

Kisah dimulai saat komandan Delta Force yang bernama Kapten Blues menerima pesan intelijen bahwa akan terjadi pemberontakan oleh salah satu gerakan separatis yang dipimpin Jenderal Sodatoy.

Sepuluh Anak Negro (Agatha Christie, 1939)





Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Walaupun mereka masing-masing menyimpan suatu rahasia, mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan, pada suatu sore musim panas yang indah. Tetapi tiba-tiba saja terjadi serentetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan... Panik mencekam orang-orang itu ketika mereka satu demi satu meninggal... satu demi satu...

Agatha Christie membuka novel ini dengan memperkenalkan satu persatu tokoh yang diundang ke Pulau Negro. Dimulai dari Tuan Justice Wargrave, seorang pensiunan hakim. Ia mendapat undangan berlibur ke pulau tersebut melalui sebuah surat dari seseorang yang mengaku bernama Lady Culmington, sahabat lamanya.
Lalu tokoh kedua yang diundang ke Pulau Negro adalah Vera Claythorne. Ia mendapat surat dari Nyonya Owen yang mengaku pemilik Pulau Negro dan ingin merekrut Claythorne sebagai sekretaris pribadinya.
Undangan ketiga bernama Philip Lombard, seorang pengelana yang tiba-tiba didatangi oleh orang yang mengaku bernama Morris dan ditawari imbalan 100 guinea jika ia bersedia datang ke Pulau Negro.
Undangan keempat bernama Emily Brent, seorang perawan tua, yang juga menerima undangan berlibur ke Pulau Negro melalui surat. Kali ini, sang pengirim mengaku sebagai teman satu penginapan Nona Brent pada liburan musim panasnya tahun lalu.
Undangan kelima bernama Macarthur, seorang jenderal, juga mendapat undangan berlibur via surat. Pengirimnya bernama Owen.
Undangan keenam bernama Dr. Armstrong, ia diundang oleh seorang laki-laki yang mengaku istrinya mempunyai suatu gejala penyakit, namun sang istri tidak mau diajak berobat. Oleh karena itu, ia mengundang Dr. Armstrong ke kediamannya di Pulau Negro untuk memeriksa istrinya secara diam-diam.
Undangan ketujuh bernama Tony Marston, seorang pemuda pengangguran yang hidupnya urakan. Sama seperti Macarthur, ia juga diundang berlibur via surat oleh seseorang bernama Owen.
Undangan kedelapan bernama Blore, seorang agen detektif yang mendapat undangan ke Pulau Negro untuk menyelidiki permata Nyonya Owen yang dikatakan hilang.

Jumat, 13 September 2013

Friday's Recommendation [2]



Hari ini saya lagi happy, baca postingan host Friday's Recommendation disini ternyata ada nama saya sebagai pemenang GA-nya minggu lalu. Wow,berasa gak percaya, maklum baru sekali ini menang GA. Uniknya, lagi-lagi bertepatan dengan sesuatu yang berbau-bau 21, emang bener lucky number-nya saya deh nih nomor hahaha.

Yup,cukup curhatnya. Sekarang langsung aja saya pamerin buku yang saya rekomendasikan Jumat ini :)

Sejenak Hening (Adjie Silarus,Teaser)


Salah satu keuntungan menjadi anggota BBI adalah kita berkesempatan untuk ikut serta mencicipi isi buku-buku yang baru terbit, atau bahkan belum terbit. Contohnya, ya buku Sejenak Hening karya Adjie Silarus ini. Kalo kalian jalan-jalan ke toko buku manapun saat ini, bisa dipastikan gak akan mungkin melihat buku ini terdisplay di rak mereka,karena memang buku ini belum terbit :P Namun sang penulis sudah memberikan kesempatan kepada 5 orang anggota BBI untuk membaca dan mereview teaser buku ini, asyik kan jadi BBI-er? :)

Disclaimer dulu : review ini hanya berdasarkan teaser sejumlah 83 halaman (bukan naskah utuh) dan sifat reviewnya sangat subjektif (karena saya bukan reviewer profesional) jadi semua yang saya tulis murni berdasarkan pengalaman membaca saya.

***

Sejujurnya,saya bukan orang yang terlalu senang membaca buku motivasi. Kenapa? Karena saya merasa buku-buku seperti itu hanya membuat kita ber-iya-ho'oh saat membacanya saja. Begitu selesai, tutup buku, ya sudah kembalilah kita ke dunia nyata dimana pengaplikasian teori-teori di buku motivasi tersebut terasa tak semudah saat membacanya. Kalau begitu, kenapa sekarang saya ambil tawaran mereview teaser buku ini? Alasan pertama karena buat saya ini kesempatan langka, mereview buku yang belum terbit gitu, kapan lagi?Hehe. Alasan kedua, karena saat tawaran ini datang, kebetulan sedang ada beberapa hal tak biasa terjadi di kehidupan riil saya. Otomatis saat itu saya sedang membutuhkan banyak kalimat-kalimat penguat, dan salah satunya saya harap bisa saya temukan di buku ini. *ealaah malah curhat xD


Buku ini tentang meluangkan waktu sejenak untuk diam tetapi merupakan pergerakan untuk tenang. karena saat ada tenang maka akan ada yang menemanimu untuk menang.

Rabu, 11 September 2013

Wishful Wednesday [3]


Wishful Wednesday Edisi Giveaway lagiiii, yeeey ^^





Giveaway kali ini disponsori oleh Bzee yang juga merupakan host Fun Year Event with Children's Literature (FYEwCL). Jadi, hadiahnya adalah buku pilihan kita sendiri, dengan nilai maksimal Rp100k atau US$10, dengan syarat buku tersebut harus sudah pernah diikutsertakan dalam FYEwCL yang saya sebutkan tadi. Nah, daftar buku-buku yang bisa dipilih bisa kita cek di link-link berikut : FMs1, FMs2, atau FMs3.


Yang mau ikutan, simak caranya disini ;)

***

Dan buku yang saya incer kalo menang GA ini adalaaaah :

Rabu, 04 September 2013

Hercule Poirot Dihidupkan Kembali, Apa Pendapatmu?


Pagi ini, saat membuka beranda Facebook saya membaca sebuah kabar yang cukup mengejutkan, bahkan boleh dibilang kontroversial dari akun fanspage Agatha Christie. Kabar apakah itu?
Agatha Christie’s Poirot returns in a new novel.
Period mystery with a fiendish plot, written by best-selling crime author Sophie Hannah. Head over to agathachristie.com to find out more...

Wow, setelah puluhan tahun diwafatkan, tokoh detektif Hercule Poirot akan dihidupkan lagi dalam novel baru yang ditulis oleh Sophie Hannah? Beragam komentar muncul dari para penggemar Agatha Christie. Tentu ada yang pro, namun lebih banyak lagi yang kontra. Beberapa komentar pada postingan tersebut saya copy disini (yang pro saya beri warna biru, dan yang kontra saya beri warna merah)

Senin, 02 September 2013

Literaturisme : Perpustakaan Kementerian Keuangan :D




Semenjak membaca artikel tentang Literatourism di blog Ren’s Little Corner, saya langsung terpikir ingin mengulas perpustakaan yang ada di kantor saya. Dan nama perpustakaan itu adalaah : yap yap Perpustakaan Kementerian Keuangan :D

Perpustakaan ini terletak di kompleks kantor pusat Kementerian Keuangan, tepatnya di Lantai Mezzanine Gedung Djuanda II, Jl. Dr. Wahidin Raya Nomor 1 Jakarta Pusat 10710. Tidak terlalu besar sih, kalau perkiraan kasar saya luasnya paling hanya sekitar 100 m2, itupun sudah termasuk ruangan staf pengelolanya. Namun, desain interior perpustakaan ini sangat homy dan comfy sehingga saya jamin setiap pengunjung yang datang pasti merasa betah. Gak percaya? Hmm, coba deh dilihat dulu penampakannya, eh foto-fotonya :) (semua gambar diambil dari fanspage FB Perpus Kemenkeu)


Lihat, itu adalah arena luar perpustakaan. Konsepnya dibuat seperti teras sebuah rumah. Ada satu set sofa yang cukup besar, cukup buat menampung sampai 7 orang, dilengkapi dengan meja dan tempat koran. Setiap hari, koran-koran yang dipajang disini selalu diganti dengan edisi hari itu. Jadi, pegawai yang ingin selalu update berita terbaru dari surat kabar tidak perlu mengeluarkan uang sendiri untuk berlangganan, cukup luangkan waktu ke sini saja, lantas tinggal pilih mau membaca koran apa. Ada Harian Kompas, The Jakarta Post, Sindo, dan lain-lain.

Selain itu, di bagian luar ini juga ada semacam mading yang berisi list koleksi perpus terfavorit bulan lalu, resensi buku pilihan, serta sejumlah kliping berita terutama yang menyangkut Kementerian Keuangan. Ada pula sebuah kertas kosong tempat kita bisa menulis komentar-komentar kita (saran dan kritik juga boleh) tentang perpus ini. Pengunjung bebas mencurahkan uneg-unegnya disini ^^


bebas corat-coret disini :P

Nah, tentunya gak asyik dong kalo kita cuma mengintip bagian luarnya saja. Jadi, yuk mari kita intip dalamnya ^^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Boekenliefhebber Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino